7 Pengalaman Mencari, Terlibat dan Menciptakan Pekerjaan

Mendapatkan pekerjaan di era revolusi digital sekarang ini memang sangat sulit. Ditengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, juga lapangan pekerjaan itu sendiri tidak tersedia cukup banyak. Indonesia yang sedang menghadapi bonus demografi, dimana anak-anak muda sangat mendominasi. Membutuhkan penyaluran potensi yang sangat luas. Apabila tidak ada pekerjaan yang memadai, efek negative bagi masyarakat adalah tingginya angka kriminalitas. Lalu seperti apa pengalaman mencari terlibat dan menciptakan pekerjaan yang saya alami, mari kita lihat review di bawah ini.

  1. Perbaiki Jejaring mu

Menurut survey yang dilakukan oleh perusahaan staffing kelas dunia, Manpower, bahwa 41% pencari kerja yang berhasil mendapatkan pekerjaan adalah mereka yang terbiasa memliki banyak jejaring. Sebab, kadangkala tidak semua perusahaan mengumumkan secara terbuka lowongan pekerjaan yang mereka miliki. Selain, membutuhkan orang yang professional di bidangnya, perusahaan juga membutuhkan keamaanan berdasarkan rekomendasi orang yang sudah mereka kenal sebelumnya.

  1. Rapihkan Jejak Digital

Percaya atau tidak, untuk mengetahui kepribadian kita, orang lain atau pengguna jasa, sangat mudah mentracking perilaku kita di media sosial. Segala aktifitas dan pola hidup akan mudah ditemukan dari jejak digital status facebook atau unggahan di instagram. Bahkan berapa jumlah follower di instagram akan menjadi patokan kesuksesan seseorang diterima dalam sebuah bidang pekerjaan.

Ini pengalaman yang saya alami langsung, saat menyodorkan naskah buku untuk diterbitkan kepada salah satu penerbit yang cukup terkenal. Naskah buku saya ditolak bukan karena kualitas tulisannya yang jelek, mereka menilai buku saya layak diterbitkan. Hanya saja, follower instagram saya yang kurang dari 2000 membuat mereka menolak naskah buku. Alasannya popularitas seseorang di media sosial akan sangat mempengaruhi kesuksesan dalam penerbitan buku yang ditulisnya. Hal ini memang menggelikan, namun cukup menjadi pengalaman pribadi yang memberikan saya pelajaran bahwa performa kita di media sosial sangat mempengaruhi pandangan orang lain.

  1. Banyak Baca Buku

Rata-rata orang Indonesia membaca buku hanya 0-0,01 buku dalam satu tahun, sehingga urutan literasi di Indonesia menurut survey Studi most littered nation in the world hanya menempatkan Indonesia pada urutan ke 60 dari 61 negara yang di survey. Dan kita hanya lebih baik dari Negara Botswana. Era informasi yang dipenuhi dengan ketidak pastian akan sangat membutuhkan soft skill yang kita miliki. Jika kita tidak mempunyai pengetahuan yang cukup untuk menghadapi era distraction ini maka dengan mudah kita akan menjadi fosil sejarah di masa kini.

  1. Menjadi Volunteer

Menjadi volunteer bukanlah sesuatu yang sulit pada zaman ini. Banyak sekali lembaga sosial yang membuka kesempatan untuk berbagi bukan hanya dalam bentuk uang, tapi juga tenaga bahkan keahlian tertentu yang kita miliki. Keterlibatan dalam dunia sosial akan memberikan pemahaman kepada kita tentang arti berbagi, tenggang rasa,saling peduli dan nilai kesetikawanan sosial. Nilai-nilai yang tadi disebutkan akan sangat bermanfaat bagi kita dalam dunia kerja. Karena bagi mereka yang terbiasa dengan dunia sosial akan lebih banyak terbuka dan mudah bekerjasama.

  1. Konsisten dalam Satu Bidang

Tuntaskan keterlibatan penuh setiap kita terlibat dalam satu proyek. Karena untuk mengenal suatu pekerjaan kita butuh satu tahun. untuk mengetahu secara detil pekerjaan kita butuh dua tahun, untuk ahli dalam bidang pekerjaan tertentu kita butuh tiga tahun. Ini adalah kata-kata yang saya ingat ketika saya tergabung dalam sebuah lembaga sosial yang mengajarkan kerelawanan. Kata-kata ini turut membentuk kepribadian saya dalam mengerjakan sesuatu.

Banyak sekali diantara kita yang dalam jangka pendek mudah berhenti dalam suatu pekerjaan. Sehingga tidak mengerti banyak bidang pekerjaan apa yang akan ditekuni. Sehingga hari-hari kita akhirnya dipenuhi dengan keluhan yang tidak produktif. Tertinggal langkah oleh teman-teman kita yang konsisten dalam satu bidang pekerjaan tertentu.

  1. Jangan Ragu untuk Berpendidikan Tinggi

Percayalah hanya pendidikan yang akan merubah nasib kita. Pendidikan merupakan sebuah proses belajar yang membutuhkan waktu yang lama. Sehingga, hasil dari pendidikan itu akan merubah pola pikir kita dalam menghadapi sebuah persoalan. Selain itu, meskipun ijazah sudah menjadi tidak penting sekarang ini, tapi masih ada bidang tertentu yang mengharuskan persyaratan pendidikan untuk mendapatkan pekerjaan atau terlibat dalam bidang tertentu. Teruslah belajar dan capai tingkat pendidikan yang tertinggi.

  1. Habiskan Jatah Gagal Sampai Usia 30

Usia-usia emas untuk banyak mencoba adalah 20 sampai 30 tahun. Dalam rentang 10 tahun ini pergunakanlah waktu sebaik mungkin untuk mencoba banyak hal dan menimba berbagai pengalaman. Jangan terkungkung dengan satu pola pemikiran tertentu saja. Cobalah bepergian mencari pengalaman dan pengetahuan. Dari setiap perjalanan yang kita lalui akan banyak pelajaran yang kita petik. Jangan lupa, siapkan diri kita dalam menghadapi kegagalan-kegagalan. Nikmati proses kegagalan itu, jangan berputus asa, pelajari kegagalan itu untuk mendapatkan kesuksesan yang ing dicapai.

Terakhir, segala daya upaya tidak akan pernah berhasil apabila kita tidak pernah melibatkan tuhan dalam setiap aktivitas. Maka dari itu jangan lupa berdoa minta kepada Tuhan agar memudahkan langkah dalam setiap aktifitas dan meminta semoga tidak diberikan beban diluar batas kemampuan.

Selamat mencoba!

Serang, 6 September 2018

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *